Back to Blog
BEP Usaha Laundry Kiloan: Berapa Kg Cucian per Hari Agar Balik Modal?
Bisnis LaundryLaundry KiloanBEP LaundryBalik Modal LaundryUsaha LaundryKeuangan LaundryModal Usaha LaundryOmzet LaundryMesin LaundryPlanet Laundry Mart

BEP Usaha Laundry Kiloan: Berapa Kg Cucian per Hari Agar Balik Modal?

Moch Bismarck Abi Rosman - Planet Laundry|27 September 2026

Berapa kilogram cucian yang harus didapatkan setiap hari agar usaha laundry kiloan bisa balik modal? Simak simulasi BEP berdasarkan harga jual, biaya operasional, target kilogram, omzet, dan kapasitas produksi laundry.

Berapa kilogram cucian yang harus didapatkan setiap hari agar usaha laundry kiloan bisa balik modal? Pertanyaan ini penting dijawab sebelum Anda membeli mesin cuci, mesin pengering, setrika uap, maupun membuka outlet laundry. Banyak calon pengusaha laundry hanya menghitung harga mesin dan modal awal, tetapi lupa menghitung BEP (Break Even Point) atau titik impas usaha. Padahal, dengan mengetahui BEP usaha laundry, Anda bisa menentukan berapa kg cucian yang harus diperoleh setiap hari, berapa omzet minimal per bulan, berapa biaya operasional yang harus dikontrol, kapan usaha mulai menghasilkan keuntungan, dan berapa lama estimasi balik modal investasi laundry. Pada artikel ini, kita akan membahas contoh perhitungan BEP laundry kiloan dengan konsep usaha menggunakan 5 mesin cuci, 5 mesin pengering, dan 1 setrika uap kapasitas 25 liter dengan 2 kepala setrika, serta harga jual Rp7.000/kg untuk layanan cuci, kering, setrika hingga packing. Apa Itu BEP Usaha Laundry? BEP (Break Even Point) adalah titik ketika total pendapatan usaha sama dengan total biaya yang dikeluarkan. Sederhananya, BEP adalah kondisi ketika usaha tidak mengalami kerugian, tetapi juga belum menghasilkan keuntungan. Setelah melewati titik BEP, tambahan omzet akan mulai memberikan keuntungan selama biaya operasional tetap terkendali. Dalam bisnis laundry kiloan, BEP biasanya dapat dihitung berdasarkan BEP kilogram dan BEP omzet. Keduanya penting karena dapat dijadikan target operasional outlet setiap hari. Contoh Usaha Laundry Kiloan dengan 5 Mesin Cuci dan 5 Mesin Pengering Untuk simulasi kali ini, kita menggunakan konsep laundry kiloan dengan fasilitas: 5 unit mesin cuci 5 unit mesin pengering 1 unit setrika uap kapasitas 25 liter 2 kepala setrika Sistem produksi cuci → kering → setrika → packing Harga jual Rp7.000/kg Dengan jumlah mesin tersebut, usaha memiliki kapasitas produksi yang jauh lebih besar dibandingkan laundry rumahan dengan satu atau dua mesin. Namun, perlu dipahami bahwa kapasitas mesin bukan berarti otomatis menjadi omzet. Mesin adalah alat produksi. Yang menghasilkan omzet tetaplah jumlah pelanggan dan kilogram cucian yang masuk setiap hari. Karena itu, strategi pemasaran dan pemilihan lokasi menjadi bagian penting dalam membangun usaha laundry. Berapa Kapasitas Laundry dengan 5 Mesin Cuci? Sebagai contoh simulasi, kita gunakan asumsi: Kapasitas efektif mesin: 8 kg 5 mesin cuci 5 kali proses per mesin setiap hari Operasional 30 hari per bulan Maka: 5 mesin × 8 kg × 5 proses = 200 kg/hari Jika beroperasi selama 30 hari: 200 kg × 30 = 6.000 kg/bulan Secara teoritis, kapasitas produksi dapat mencapai sekitar 6.000 kg per bulan atau sekitar 200 kg per hari. Tetapi tentu saja tidak semua outlet langsung mendapatkan volume tersebut. Untuk usaha baru, kita perlu menggunakan target yang lebih realistis. Target Awal 3.000 Kg per Bulan Misalnya outlet mampu mendapatkan rata-rata 100 kg cucian per hari. Dalam 30 hari: 100 kg × 30 = 3.000 kg/bulan Dengan harga jual Rp7.000/kg, omzetnya menjadi: 3.000 × Rp7.000 = Rp21.000.000 Jadi dengan volume 3.000 kg per bulan, potensi omzet kotor mencapai Rp21 juta per bulan. Angka ini tentu masih berupa omzet, bukan keuntungan bersih. Untuk mengetahui keuntungan, kita harus menghitung biaya operasional. Berapa Harga Jual Laundry yang Ideal? Dalam simulasi ini kita menggunakan harga Rp7.000/kg untuk layanan cuci, kering, setrika, dan packing. Harga jual tersebut perlu dibandingkan dengan biaya produksi per kilogram. Misalnya total biaya variabel rata-rata adalah Rp2.500/kg. Maka margin kontribusi per kilogram: Rp7.000 - Rp2.500 = Rp4.500/kg Artinya, setiap 1 kg cucian memberikan kontribusi sebesar Rp4.500 untuk menutup biaya tetap dan menghasilkan keuntungan. Contoh Biaya Tetap Usaha Laundry Sebagai contoh simulasi: Sewa tempat: Rp3.000.000 per bulan Gaji 2 karyawan: Rp5.000.000 per bulan Internet & administrasi: Rp500.000 per bulan Maintenance & biaya lain: Rp500.000 per bulan Total biaya tetap: Rp9.000.000 per bulan Perlu diingat, angka di atas merupakan contoh simulasi, bukan angka baku untuk semua usaha laundry. Biaya aktual dapat berbeda tergantung lokasi, jumlah karyawan, harga sewa, tarif listrik, penggunaan air, harga chemical, kapasitas mesin, dan sistem operasional masing-masing outlet. Cara Menghitung BEP Laundry Kiloan Rumus BEP dalam kilogram: BEP = Biaya Tetap ÷ (Harga Jual per Kg - Biaya Variabel per Kg) Dengan asumsi: Biaya tetap = Rp9.000.000 Harga jual = Rp7.000/kg Biaya variabel = Rp2.500/kg Maka: BEP = Rp9.000.000 ÷ (Rp7.000 - Rp2.500) BEP = Rp9.000.000 ÷ Rp4.500 BEP = 2.000 kg/bulan Jadi, usaha laundry harus mendapatkan sekitar 2.000 kg cucian per bulan untuk mencapai BEP operasional. Jika outlet buka 30 hari: 2.000 ÷ 30 = 66,7 kg/hari Dibulatkan menjadi sekitar 67 kg per hari. Ini berarti target minimal outlet dalam simulasi adalah sekitar 67 kg cucian per hari agar dapat mencapai titik impas operasional. Berapa Omzet BEP Laundry? Jika BEP berada di angka 2.000 kg: 2.000 kg × Rp7.000 = Rp14.000.000 Maka BEP omzetnya adalah Rp14 juta per bulan. Dengan kata lain, dalam simulasi ini outlet perlu menghasilkan sekitar Rp14 juta omzet per bulan untuk mencapai titik impas operasional. Bagaimana Jika Bisa Mendapatkan 100 Kg per Hari? Sekarang kita lihat skenario yang lebih menarik. Jika outlet mendapatkan 100 kg per hari, maka dalam 30 hari: 100 × 30 = 3.000 kg/bulan Omzet: 3.000 × Rp7.000 = Rp21.000.000 Biaya variabel: 3.000 × Rp2.500 = Rp7.500.000 Biaya tetap: Rp9.000.000 Estimasi laba operasional: Rp21.000.000 - Rp7.500.000 - Rp9.000.000 = Rp4.500.000 per bulan Jadi dengan volume 100 kg per hari, estimasi laba operasional dalam simulasi adalah Rp4,5 juta per bulan. Semakin Tinggi Volume Cucian, Semakin Besar Potensi Keuntungan Dalam simulasi ini, gambaran sederhananya adalah: 2.000 kg per bulan → omzet Rp14 juta → estimasi laba operasional Rp0 3.000 kg per bulan → omzet Rp21 juta → estimasi laba operasional Rp4,5 juta 4.000 kg per bulan → omzet Rp28 juta → estimasi laba operasional Rp9 juta 5.000 kg per bulan → omzet Rp35 juta → estimasi laba operasional Rp13,5 juta 6.000 kg per bulan → omzet Rp42 juta → estimasi laba operasional Rp18 juta Angka tersebut merupakan estimasi berdasarkan asumsi yang digunakan dalam simulasi, bukan jaminan hasil untuk setiap outlet. Bagaimana Mendapatkan 67 Kg Cucian per Hari? Setelah mengetahui angka BEP, pertanyaan berikutnya adalah bagaimana mendapatkan volume cucian tersebut. Beberapa strategi yang dapat dilakukan antara lain memanfaatkan Google Maps dan Google Business Profile agar outlet lebih mudah ditemukan calon pelanggan, menggunakan media sosial seperti Instagram dan TikTok untuk memperkenalkan layanan, membuat konten mengenai proses laundry, before-after cucian, kapasitas mesin, testimoni pelanggan, promo, dan edukasi perawatan pakaian. Kerja sama dengan kos dan apartemen juga dapat menjadi salah satu strategi untuk mendapatkan pelanggan baru. Penawaran seperti harga khusus penghuni, voucher, layanan antar-jemput, dan program referral dapat disesuaikan dengan karakter pasar di sekitar outlet. Layanan antar-jemput juga dapat membantu meningkatkan jumlah kilogram cucian tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pelanggan yang datang langsung ke outlet. BEP Operasional Berbeda dengan Balik Modal Investasi Ini merupakan bagian yang sering disalahpahami calon pengusaha. BEP operasional bukan berarti modal investasi sudah kembali. Contohnya, BEP operasional sebesar 2.000 kg per bulan berarti pendapatan sudah mampu menutup biaya operasional berdasarkan asumsi yang digunakan. Sedangkan balik modal investasi harus menghitung total modal yang dikeluarkan untuk mesin cuci, mesin pengering, setrika uap, instalasi, renovasi, peralatan laundry, branding, sewa atau deposit tempat, modal kerja, perizinan, dan perlengkapan lainnya. Setelah mendapatkan estimasi laba bersih bulanan, barulah kita dapat menghitung estimasi waktu pengembalian investasi. Jadi, Berapa Modal yang Dibutuhkan untuk Membuka Laundry? Jawabannya tidak bisa disamaratakan. Modal usaha laundry sangat bergantung pada jumlah mesin, kapasitas mesin, kondisi tempat, renovasi, sistem pembayaran, perlengkapan, dan modal kerja. Karena itu, paket usaha laundry sebaiknya tidak dipilih hanya berdasarkan harga termurah. Yang lebih penting adalah: “Apakah paket tersebut sesuai dengan target bisnis saya?” Jika target Anda adalah laundry kiloan dengan kapasitas produksi besar, maka konfigurasi mesin harus disesuaikan dengan target kilogram yang ingin dicapai. Kesimpulan: Hitung BEP Sebelum Membuka Usaha Laundry Dari simulasi di atas, kita mendapatkan gambaran: Harga jual: Rp7.000/kg BEP operasional: ±2.000 kg/bulan BEP harian: ±67 kg/hari BEP omzet: ±Rp14 juta/bulan Target 3.000 kg/bulan: omzet ±Rp21 juta Target 5.000 kg/bulan: omzet ±Rp35 juta Namun perlu diingat, seluruh angka tersebut adalah simulasi berdasarkan asumsi tertentu. Hasil usaha sebenarnya dapat berbeda berdasarkan lokasi, biaya operasional, kapasitas mesin, harga chemical, tarif listrik dan air, jumlah karyawan, harga sewa, serta volume pelanggan. Karena itu, jangan hanya bertanya “berapa harga mesinnya?” sebelum membuka usaha laundry. Mulailah dengan pertanyaan yang lebih penting: berapa target kilogram yang harus dicapai, berapa biaya operasionalnya, berapa omzet yang dibutuhkan, dan kapan investasi dapat kembali. Jika Anda sedang merencanakan usaha laundry, Anda juga dapat membaca artikel Planet Laundry Mart lainnya yang membahas strategi bisnis, pemilihan lokasi, pengelolaan biaya operasional, serta sistem laundry self service untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap sebelum menentukan konsep usaha. Pada akhirnya, membuka usaha laundry bukan hanya tentang memiliki mesin dan outlet. Bisnis yang sehat membutuhkan perhitungan yang jelas sejak awal, mulai dari modal, kapasitas produksi, target kilogram, omzet, biaya operasional, hingga BEP dan estimasi balik modal. Jangan hanya membeli mesin. Bangun bisnis laundry yang punya perhitungan. Planet Laundry Mart siap membantu Anda menghitung dan menentukan konfigurasi paket usaha laundry yang sesuai dengan target modal dan potensi lokasi Anda, mulai dari kebutuhan mesin, kapasitas produksi, estimasi omzet, BEP, hingga strategi pengembangan outlet.

Start Your Business Journey

Partner with Planet Laundry for modern, scalable laundry solutions.

Hubungi Kami