Back to Blog

LaundryCustomer ServiceCustomer CareReview PelangganGoogle MapsBisnis LaundryPelayanan PelangganKomplain PelangganManajemen LaundryTips Bisnis Laundry
Cara Mengelola Ulasan Pelanggan Laundry, Termasuk Menanggapi Review Negatif
Ken Maharani Putri Kinanti - Planet Laundry|3 Oktober 2026
Ulasan pelanggan menjadi salah satu pertimbangan penting sebelum seseorang memilih laundry. Pelajari cara mengelola review positif, meminta ulasan dengan tepat, hingga menanggapi review negatif agar kepercayaan pelanggan tetap terjaga.
Sebelum mencoba sebuah laundry baru, apa yang biasanya dilakukan calon pelanggan? Salah satu hal yang sering dilakukan adalah membuka Google Maps dan membaca ulasan dari pelanggan lain.
Bagi usaha laundry, ulasan dapat menjadi seperti etalase digital. Calon pelanggan bisa melihat pengalaman orang lain sebelum memutuskan menggunakan layanan. Satu review buruk yang dibiarkan tanpa tanggapan bisa membuat calon pelanggan ragu. Sebaliknya, review yang ditanggapi dengan baik justru dapat menunjukkan bahwa sebuah laundry peduli terhadap pelanggan dan mau bertanggung jawab ketika terjadi masalah.
Lalu, bagaimana cara mengelola ulasan pelanggan laundry dengan baik, termasuk ketika mendapatkan review negatif?
Mengapa Ulasan Sangat Penting untuk Laundry?
Pelanggan laundry menitipkan pakaian dan barang pribadi mereka. Karena itu, rasa percaya menjadi salah satu faktor penting dalam memilih laundry.
Ulasan pelanggan dapat membantu calon pelanggan mendapatkan gambaran mengenai pengalaman orang lain. Selain itu, ulasan juga bisa menjadi sumber evaluasi bagi owner untuk mengetahui bagian mana yang sudah baik dan bagian mana yang masih perlu diperbaiki.
Beberapa alasan mengapa ulasan perlu diperhatikan:
- Ulasan membantu calon pelanggan menilai kualitas layanan.
- Ulasan dapat memengaruhi persepsi terhadap reputasi outlet.
- Ulasan menjadi sumber masukan langsung dari pelanggan.
- Ulasan yang dikelola dengan baik dapat membantu membangun kepercayaan.
Karena itu, jangan menganggap review pelanggan hanya sebagai angka bintang di Google Maps.
Jadikan ulasan sebagai bagian dari evaluasi bisnis.
Tentukan Di Mana Anda Memantau Ulasan
Langkah pertama adalah menentukan kanal mana saja yang perlu dipantau secara rutin.
Beberapa kanal yang bisa diperhatikan antara lain:
- Google Maps atau Google Business Profile
- Instagram dan TikTok, termasuk komentar dan pesan
- WhatsApp
- Marketplace atau aplikasi, jika outlet menggunakannya
Tidak harus semua orang memantau semua kanal. Owner dapat menunjuk satu orang yang bertanggung jawab melakukan pengecekan secara rutin.
Misalnya, review dan komentar diperiksa setiap hari pada jam tertentu.
Dengan begitu, keluhan atau pertanyaan pelanggan tidak dibiarkan terlalu lama tanpa respons.
Dorong Pelanggan Puas untuk Memberikan Ulasan
Pelanggan yang puas belum tentu secara otomatis menulis review. Karena itu, owner dapat meminta pelanggan memberikan ulasan dengan cara yang sopan.
Beberapa cara yang bisa dilakukan antara lain:
- Menyediakan QR code menuju halaman ulasan Google di outlet.
- Menempatkan QR code pada nota atau area pengambilan cucian.
- Meminta ulasan secara langsung setelah pelanggan menerima cucian.
- Mengirim pesan singkat setelah transaksi selesai.
Contohnya:
"Kalau puas dengan layanan kami, kami akan sangat senang kalau Bapak/Ibu berkenan memberikan ulasan di Google."
Yang perlu dihindari adalah membeli ulasan palsu atau memberikan imbalan dengan syarat pelanggan harus memberikan bintang lima.
Selain dapat merusak kepercayaan, cara tersebut juga tidak menggambarkan pengalaman pelanggan yang sebenarnya.
Cara Membalas Ulasan Positif
Ulasan positif tetap perlu diperhatikan.
Jangan hanya melihatnya sebagai tambahan bintang lima. Balasan yang tulus dapat membuat pelanggan merasa dihargai sekaligus memberikan kesan positif kepada calon pelanggan lain yang membaca.
Contohnya:
"Terima kasih banyak, Kak Rina, atas ulasannya. Senang sekali mendengar cucian Kakak rapi dan wangi. Kami tunggu kedatangan berikutnya ya."
Balasan tidak perlu terlalu panjang.
Yang penting:
- Sebut nama pelanggan jika memungkinkan.
- Tanggapi isi ulasan.
- Gunakan bahasa yang natural.
- Hindari menggunakan satu template yang sama untuk semua pelanggan.
Cara Menanggapi Review Negatif
Bagian ini biasanya menjadi tantangan terbesar bagi owner.
Ketika mendapatkan review negatif, respons pertama mungkin adalah ingin membela diri. Apalagi jika owner merasa masalah tersebut sebenarnya bukan sepenuhnya kesalahan outlet.
Namun, perlu diingat bahwa balasan tersebut tidak hanya dibaca oleh pelanggan yang memberikan review.
Calon pelanggan lain juga bisa membacanya.
Karena itu, tetap tenang dan profesional.
Beberapa prinsip yang bisa diterapkan:
- Tanggapi dengan cepat.
- Tetap sopan meskipun ulasannya terasa tidak adil.
- Ucapkan terima kasih karena pelanggan sudah menyampaikan pengalamannya.
- Sampaikan permintaan maaf atas pengalaman yang kurang menyenangkan.
- Jangan berdebat atau menyalahkan pelanggan di ruang publik.
- Tawarkan solusi.
- Jika membutuhkan pembahasan lebih detail, arahkan ke WhatsApp atau jalur komunikasi pribadi.
- Pastikan masalah benar-benar ditindaklanjuti.
Contoh balasan:
"Mohon maaf, Kak Dito, atas ketidaknyamanan yang terjadi pada cucian Kakak. Kami sangat menyesalkan hal ini dan ingin membantu menelusuri masalahnya. Boleh kami meminta waktu Kakak untuk kami hubungi melalui WhatsApp di [nomor outlet]? Kami ingin membantu menyelesaikannya dengan baik."
Bandingkan dengan respons seperti:
"Itu bukan salah kami, Kakak sendiri yang tidak membaca aturan."
Meskipun owner merasa memiliki alasan yang benar, respons seperti ini dapat terlihat defensif bagi orang lain yang membacanya.
Tujuannya bukan memenangkan perdebatan di kolom review.
Tujuannya adalah menunjukkan bahwa bisnis memiliki sikap yang baik ketika menghadapi masalah.
Jadikan Review Negatif sebagai Bahan Evaluasi
Review negatif tidak selalu harus dianggap sebagai ancaman.
Justru, review dapat menjadi sumber informasi mengenai masalah yang mungkin belum terlihat oleh owner.
Coba catat setiap keluhan yang masuk dalam satu daftar sederhana.
Misalnya:
- Keterlambatan pengerjaan
- Cucian kurang bersih
- Bau atau hasil laundry kurang sesuai
- Sikap karyawan
- Komunikasi yang kurang baik
- Kesalahan pencatatan
- Masalah mesin
- Masalah pembayaran
Kemudian lakukan evaluasi secara berkala.
Jika dalam satu bulan ada beberapa pelanggan yang mengeluhkan masalah yang sama, berarti kemungkinan ada masalah pada proses yang perlu diperbaiki.
Jangan hanya membalas review.
Cari tahu akar masalahnya.
Peran Karyawan dalam Mencegah Review Negatif
Sebagian besar review muncul dari pengalaman pelanggan saat berinteraksi dengan outlet.
Karena itu, pengelolaan ulasan bukan hanya tanggung jawab owner atau customer service.
Karyawan juga memiliki peran penting.
Tim perlu dilatih untuk:
- Menyapa dan melayani pelanggan dengan baik.
- Mendengarkan keluhan tanpa langsung menyalahkan pelanggan.
- Menjelaskan kondisi cucian dengan jelas.
- Menyampaikan masalah kepada PIC atau owner.
- Menyelesaikan masalah sesuai SOP.
- Tidak memberikan janji yang tidak dapat dipenuhi.
Semakin cepat masalah diselesaikan di outlet, semakin kecil kemungkinan masalah tersebut berkembang menjadi keluhan publik.
Buat Standar Respons untuk Tim
Jika outlet memiliki beberapa karyawan, sebaiknya buat standar sederhana mengenai bagaimana tim menghadapi keluhan pelanggan.
Misalnya:
Pelanggan menyampaikan keluhan → dengarkan → catat masalah → cek kondisi → berikan solusi sesuai kewenangan → eskalasi kepada PIC jika diperlukan → lakukan follow-up.
Dengan alur yang jelas, karyawan tidak perlu bingung ketika menghadapi pelanggan yang sedang kecewa.
Namun, SOP bukan berarti semua respons harus terdengar seperti robot.
Berikan ruang bagi karyawan untuk tetap berkomunikasi secara natural selama masih sesuai dengan standar pelayanan outlet.
Ulasan Adalah Bagian dari Pengalaman Pelanggan
Pada akhirnya, mengelola ulasan bukan hanya tentang mendapatkan bintang lima.
Yang lebih penting adalah membangun pengalaman pelanggan yang membuat mereka merasa dihargai.
Review positif tentu menyenangkan.
Review negatif memang tidak menyenangkan.
Tetapi keduanya sama-sama memberikan informasi penting bagi bisnis.
Jika pelanggan puas, berikan apresiasi.
Jika pelanggan kecewa, dengarkan dan cari tahu penyebabnya.
Jika masalah berasal dari proses internal, perbaiki sistemnya.
Karena bisnis laundry yang baik bukan berarti bisnis yang tidak pernah mendapatkan komplain.
Bisnis yang baik adalah bisnis yang mampu menerima masukan, menyelesaikan masalah, dan terus memperbaiki kualitas pelayanannya.
Kesimpulan
Ulasan pelanggan merupakan bagian penting dari reputasi sebuah usaha laundry. Karena itu, owner perlu memantau ulasan secara rutin, mendorong pelanggan yang puas untuk memberikan review, serta memberikan respons yang baik terhadap setiap ulasan.
Ketika mendapatkan review negatif, jangan terburu-buru membela diri atau menyalahkan pelanggan. Dengarkan, berikan solusi, dan gunakan keluhan tersebut sebagai bahan untuk memperbaiki proses internal.
Pada akhirnya, pelanggan tidak hanya menilai bagaimana sebuah laundry bekerja ketika semuanya berjalan lancar. Mereka juga akan melihat bagaimana bisnis tersebut bersikap ketika terjadi masalah.
Jika Anda ingin memahami lebih jauh bagaimana pelayanan yang baik dapat membantu mempertahankan pelanggan, Anda juga bisa membaca artikel sebelumnya:
"Rahasia Pelanggan Makin Loyal: Hadirkan Customer Care Terbaik"
Karena menjaga pelanggan bukan hanya tentang mendapatkan ulasan positif, tetapi tentang membangun pengalaman yang membuat pelanggan percaya dan ingin kembali menggunakan layanan kita.
Di Planet Laundry, kami percaya bahwa sistem operasional, kualitas pelayanan, dan kemampuan tim dalam menangani pelanggan merupakan bagian penting dalam membangun bisnis laundry yang sehat dan berkelanjutan.
Start Your Business Journey
Partner with Planet Laundry for modern, scalable laundry solutions.
Hubungi Kami